NIAT BAIK

JUJUR

AMANAH

IKHLAS
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2012

Episode Waktu

Malam ini begitu dingin
Dengan sepoy sepoy angin membuai
Memberikan cinta dan kasih tak berpamrih.....

Bulanpun tak sanggup memancar diperaduan
Bintangpun seakan enggan mengintip bumi
Geliat awan pekat tetap mendominasi dgn sombong....

Sebait sbaris kata terus terukir
Menerjemahkan sketsa guratan jiwa
Jiwa yang bimbang akan kepastian tapakan terjal nan curam....

Halusinasi terbang berterbangan
memenuhi langit drama stiap episode waktu
Entah untuk apa entah untuk siapa......

Bulan dan bintang pasti akan bersinar
Dingin pasti akan berganti buaian hangat
Awan pekat pasti akan berganti awan putih indah......

Rabu, 28 Maret 2012

GORESAN

Ukiran itu tajam mengikis garis demi garis waktu
Tiada terhenti oleh ruang yang ada
Masih menggores dan terus menerus menggores
Tak pengaruh hujan panas bahkan sejuknya udara dipagi hari
Alurnya dalam pasti dan keras mengikis jejak
Suaranya renyah rintih menderu tanpa pelan atau kencang
Pasti menyayat tanpa ragu
Pasti membekas pantang mengelak

 

KECEWA

Pecah berserak luluh hati mengadu
Tak tertahan ingin luap meronta
Benamkan perih rasa terpatri kecewa
Kadang resah harapku terpendam amarah
Tinggalkan hilang terjang lara
Hanyut hingga terbawa
Menepi di perasingan dan tak berarti lagi
Terus berulang tak hanya itu
Lebih dari ketidakpedulianmu
Berpaling bahkan pergi habis kau lukai
Seakan tak bersalah cobalah kau adili dirimu sendiri
Dan tak akan mampu kau mau mengerti
Terkecuali maaf yang berkali sering kau ucap
Bukan berarti dapat mengobati luka yang kau toreh

SiapA

siapa yang kan di pertemukan lagi
setelah dua kata satu dalam makna
dan percakapanpun kian menguasai
setelah cakrawala hidup itu terlintasi
siapa yang akan kita percakapkan
setelah dua warna menyatu dalam makna
dan yang terancang terwujud sebelum terucap
sebab ada yang senantiasa singgah di bawah angan
siapa lagi kalau bukan aku
yang malam-malam pernah aku pungut
yang memberikan keputusan sebuah sanksi diri.
...

Selasa, 27 Maret 2012

Bunga Taman

2000 bunga terhampar
100 kumbang mengepak sayap
20 jantan ulung menghela nafas
10 jantan baru merotasi taman.
taman taman indah bermandi harum 2000 bunga...

Batasan imagi indah merasuk
terhampar
tersaji
menyeruak kerongga-ronga cium...

Indah ketika dirasa
Indah ketika tersaji tanpa batas
Apakah indah jua ketika bercampur mengaliri nadi
Butir-butir keindahan seakan semu...

Nafsu nafsu birahi menyeruak
Alam seakan malu melihat
Mentari seakan bersembunyi 
Dibalik awan-awan putih suci nan murni....

Rabu, 21 Maret 2012

Senja

Disenja bisu aku duduk terdiam
memandang sketsa warna sang mentari
menuju peraduan malam.....
Sedari pagi tadi dia tlah memancar
Sedari awal hari dia tlah melaksa
Titah SANGPENNCIPTA
untuk menerangi alam semesta.....
Tanpa keluh dia mengemban
Tanpa ragu dia berjalan memutari rotasi pasti
ketika malam menyelimut dia kembali emban
disisi lain belahan dunia fana
kembali tanpa keluh dan beban....
hmmmmm

Rabu, 14 Maret 2012

TERIMA KASIH

Terimakasih Cinta atas sempalan waktumu yang
tersedia untukku,Kini kuharus sadari bahwa
"Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan. Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani"

Fana

YAAA ROOOOOOOOBBB
Bila dunia itu fana dan sirna
kenapa slalu pristiwa memakna

jutaan tanya dan slaksa sketsa buram nurani fana
aku hauus akan makna
aku lapaaarr akan makna

jika jiwa merajut kesucian 
pasti laknat menggregotinya

jika fana adalah semu
pasti dosa mengabut

tarian surgawi fana membisik mesra
mesra diantara rimbun dahan-dahan fana
yang berujung tanah.... 

Senin, 12 Maret 2012

BIDADARI DIAM

HAI ANGIN KENAPA KAU DATANG
HAI HUJAN KENAPA JUA KAU SINGGAH
KONSTAN MENYERUAK BADAI PENGINTAI...

CAKRAWALA TAK BERAWAN
HORIZON TAK BERWARNA
HANYA TITIK TITIK KEBISUAN MENYERUAK

HAAAAII BIDADARI LUKISKAN TINTA GAIRAHMU UNTUK KU
KENAPA KAU TERDIAM
KARENA SIMPUL DENGKI MENGGORES...

AKU TETAP TERPAKU
DIBAWAH SINARAN JUTAAN WARNA GLORIZ
MENATAPMU YANG TAK JUA BERNAFSU...

Kamis, 08 Maret 2012

Hakikat Cinta

Wahai insan dunia..
Taukah engkau akan sanksinya dikau..
Kepada cinta yang slalu disalahkan..
Kadang dikau katakan cinta itu buta..
Kadang dikau katakan cinta berbuntut luka..
Sadarkah dikau telah menghancurkan keagungannya???
Cinta tak pernah membutakan..
Cinta tak pernah mempermainkan..
Hanya dia..dia..dia..dia yang memalsukan cinta..
Mengatasnamakan cinta dalam segalanya..
Membutakan semua orang akan kepalsuannya..
Cinta menjadi seperti terbuang.
Cinta sudah tercoreng..
Hakekatnya terinjak..karena insan durhaka..
Sadarlah dikau para pencinta..
Lebih baik jangan mencinta .. jangan saja..
Bila engkau slalu menyalahkan cinta atas semua..
Cinta itu membahagiakan..
Karena mereka mempermainkannya..
Cinta menjadi seperti pecundang yang mempermainkan..
Padahal dia, yang menggunakan cinta..
Dia itulah bajingan semuanya...
Dia itulah pencoreng hakekat suci cinta...
Bukalah mata wahai manusia..
Sadarlah engkau..apa yang telah engkau perbuat..
CInta punya hakekat yang sempurna..
Jangan ditambah lagi noda yang begitu banyak..
Cinta hakekatnya adalah rasa terkasih..
Cinta adalah pengorbanan dan kesetiaan..
Cinta adalah anugerah terindah dalam hidup...
Cinta adalah nafas dan warna dunia...
Hanya cinta saja yang paling agung..
Kekuatan ILAHI yang tiada batasnya..
Tercurah dalam bentuk cinta ksh sayang.. cinta yang suci..
Yang berarti besar, bukan membawakan sengsara..

Kepalsuan

Aku terlelap dalam gelap mendekap.
Suaramu bergaung suram dalam kelam.
Do’amu-kah, wahai kawan lama???
Entah kenapa, kembali aku ingin mendengarnya.
Setengah mati ingin kusingkirkan haru,
terlalu muak dengan air mataku.
Harus kubunuh harap akan segala yang semu.
Terlalu lama kutunggu
pedih yang sulit terobati tak jua berlalu.
Sebisa mungkin, kau tak perlu tahu.
Aku juga enggan menyiksamu
dengan rasa bersalah yang tak perlu.

Masih berdo’a, wahai kawan lama???
Terima kasih, karena aku masih membutuhkannya.
Hanya demi kau, rela kupalsukan tawa
atas nama silahturahmi yang tak boleh cemar,
atas persahabatan yang jangan sampai cemar.

Rabu, 07 Maret 2012

apa

ada yang mengulang pada saat tergenggam kurun
saat saat menjelang dalam
entah pada siapa

ada yang tergenggam pada saat terurainya benang
setelah lama kusut sejak itu
entah sampai kapan

ada yang terurai pada saat terlintasi rasa muda
saat saat tergapai lagi warisanmu
entah zaman apa

yang mengulangi tinggal dalam batinku
adalah rajah zaman yang telah tergaris
dalam kitab kehidupan

yang tergenggam tinggal sebagai keyakinan
adalah kesaksian lain bagi sebuah tekateki
dalam keremangan malam sebuah zaman

yang terurai adalah rahasia demi rahasia
yang tersirat dalam
yang dulu tak pernah kutahu apa namanya
beginikah kasunyatan yang kau dongengkan dulu
yang telah melegenda dalam bathinku
yang bak aku saksikan sendiri dalam hidupku.........

Pahit getir menyayat bathin bathin yang suci
Merobek robek
mencabik cabik
apa sudah cukup ? ? ?
belum itu belum cukup

setipis sutra

darah itu sama warna
merah dengan bau anyir yang sama
mengalir dialiran yang sama....

tapi apa tetap sama
ketika materi menyeruak
keluar
mendominasi
akal dan budi seakan mati.....

yang mendominasi hanyalah setumpuk materi
tanpa memandang alur darah yg mengaliri
itulah hirarki pasti duniawi yang konon terzholimi
oleh tangan-tangan hamba duniawi yang kotor
penuh dengan nafsu materi murni tanpa nurani.....

Bintang Cinta

Andai aku bisa menggapai bulan
sabit di atas mega-mega kelam
hanya sekedar untuk melihat,
kemudian memindahkan bulan sabit
menghalang bintang cinta tampak dari
dunia yang malam...

Tapi aku enggan untuk memindah bulan itu...

biar bintang cinta terhalang
biar bintang cinta tenggelam dalam bayang bulan sabit
toh orang pun bisa merasakan cinta seperti apa.
Bintang cinta membayang panumbra bulan sabit
orang masih terkenang.

Biarkan mereka menembusi bayang
berpikir untuk gerak hati merasakan, melihat
sosok bintang cinta.
Kali ini biarlah aku tidak membodohi cinta,

biarlah orang-orang malam
tersadar bayang-bayang panumbra bulan sabit
menghalang bintang cinta.
Biar dia bijak dalam penantian lama
bintang cinta menampakkan diri,
dengan terang yang sejuk dan lembut.
demikianlah orang-orang malam
tercerahkan bayang-bayang panumbra...